Flores

Sato
Sato adalah alat musik tradisional khas masyarakat Suku Lio-Ende, yang berasal dari Desa Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Keunikan Sato terletak pada bahan utamanya, yaitu bila atau labu hutan, yang dibelah, dikeringkan, lalu diolah menjadi kotak resonansi suara. Dahulu, senar Sato dibuat dari serat daun lidah buaya

Pulau Kanawa
Pulau Kanawa adalah pulau kecil dengan pemandangan alam yang eksotis dan merupakan salah satu destinasi pariwisata favorit di Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau yang memiliki luas sekitar 32 hektar ini berjarak kurang lebih 15 kilometer dari Labuan Bajo, Ibukota Manggarai Barat. Pulau Kanawa dikenal juga dengan sebutan

Goa Batu Cermin – Cahaya yang Menembus Batuan di Jantung Manggarai Barat
Tak jauh dari hiruk-pikuk Labuan Bajo, tersembunyi sebuah keajaiban geologis yang tidak hanya memikat mata, tetapi juga membangkitkan rasa takjub dalam hati setiap pengunjung: Goa Batu Cermin. Destinasi ini adalah bukti betapa alam mampu menciptakan pertunjukan cahaya dan bebatuan yang begitu magis di dalam perut bumi. Goa ini dinamakan “Batu

Bukit Nilo
Bersiaplah untuk mendaki menuju ketenangan di Bukit Nilo, sebuah destinasi yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan indah. Terletak di ketinggian di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Bukit Nilo adalah tempat di mana spiritualitas dan keindahan alam bertemu, menciptakan suasana damai yang sempurna untuk merenung dan mengagumi panorama Kota Maumere dari

Goa Liang Bua – Menyibak Jejak Manusia Purba di Tanah Flores
Di tengah hijaunya perbukitan Manggarai, berdiri sebuah gua megah yang menyimpan rahasia masa lalu umat manusia. Goa Liang Bua—yang berarti “gua sejuk” dalam bahasa lokal—bukan sekadar tempat indah untuk dikunjungi, tetapi juga pintu menuju penemuan arkeologis terbesar abad ini: Homo floresiensis, manusia purba berpostur kecil yang dijuluki “The Hobbit from

Lodok Cancar
Lodok Cancar adalah nama yang diberikan untuk sawah terasering berbentuk lingkaran atau sering disebut dengan spider-web rice field yang terletak di lereng bukit di desa Cancar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Keunikan dari sawah ini adalah pola terasering yang membentuk lingkaran mirip sarang laba-laba ini dipengaruhi oleh sistem
