|

Hotel Silverin Bajawa

Sobat Wisata!
Kalau kamu mencari akomodasi nyaman dengan lokasi strategis dan harga bersahabat di Bajawa, Hotel Silverin bisa jadi jawabannya. Terletak di jalur utama Trans Flores, tepatnya di Jalan Bajawa–Ende KM 4, hotel ini hanya sekitar 5 menit berkendara dari pusat kota, menjadikannya titik singgah ideal untuk menjelajahi pesona budaya dan alam Ngada.

Dengan suasana sejuk khas dataran tinggi dan pemandangan pegunungan yang menenangkan, Silverin menawarkan kamar-kamar bersih, hangat, dan dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti air panas, Wi-Fi, dan sarapan pagi. Pelayanan yang ramah dari staf lokal juga jadi salah satu nilai plus yang sering disebut tamu.

Fasilitas Populer

Restoran, Parkir, WiFi

Waktu Check-In/Check-Out

Dari 12:00 – Sebelum 12:00

Jarak ke Pusat Kota

3 Km

Populer di Area Ini

Polres Ngada, Taman Kartini-Bajawa

Kamar yang tersedia di Hotel Silverin Bajawa

15 Kamar

Fasilitas lainnya di Hotel Silverin Bajawa

Layanan kamar, Area parkir, WiFi di area umum, Restoran

Terdekat dari Hotel

Taman Kartini-Bajawa, Mbay, RSUD BAJAWA

Sumber : Traveloka Hotel Silverin Bajawa

Keunggulan Hotel Silverin tak hanya terletak pada kenyamanan fasilitasnya, tetapi juga dari letaknya yang strategis. Dari hotel, Sobat Wisata hanya memerlukan sekitar 5 menit berkendara ke pusat kota Bajawa untuk mengakses pusat kuliner, toko oleh-oleh, hingga pasar lokal. Untuk yang ingin menjelajah lebih jauh, Kampung Adat Bena yang ikonik dapat dicapai dalam waktu sekitar 15 menit, sementara lokasi favorit seperti Air Panas Mengeruda di Soa dan Bukit Wolobobo bisa dijangkau dalam 20–25 menit perjalanan. Letaknya yang berada di jalur utama Trans Flores menjadikan hotel ini sebagai titik transit yang ideal sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata lainnya di Kabupaten Ngada.

Banyak tamu yang merekomendasikan untuk memilih kamar di lantai atas, karena menawarkan pemandangan pegunungan yang lebih lapang, termasuk panorama Gunung Inerie dan Bukit Wolobobo yang memesona. Udara Bajawa yang sejuk bahkan cenderung dingin di malam hari, jadi sangat disarankan untuk membawa jaket atau pakaian hangat. Jangan lewatkan juga sarapan khas lokal yang disajikan di restoran hotel—kopi Bajawa yang harum dan nikmat, serta roti jagung hangat bisa menjadi teman sempurna memulai hari sebelum menjelajah.

Reservasi & Kontak:

Peta Lokasi :

Similar Posts

  • Bukit Wolobobo

    Halo Sobat Wisata! ☀️Pernah membayangkan berdiri di atas awan, dikelilingi hijaunya perbukitan dan siluet gunung yang megah di kejauhan? Semua itu bisa kamu rasakan saat berkunjung ke Bukit Wolobobo, salah satu destinasi alam unggulan di Kabupaten Ngada yang terletak di Desa Turetogo, Kecamatan Golewa Barat, sekitar 15–20 menit dari Kota Bajawa. Wolobobo bukan sekadar bukit…

  • Semana Santa

    Semana Santa atau Hari Bae adalah ritual perayaan Pekan Suci Paskah yang dilakukan selama tujuh hari berturut-turut oleh umat Katolik di Larantuka, Flores Timur. Kata semana santa berasal dari Bahasa Portugis semana yang berarti “pekan” atau “minggu” dan santa yang berarti “suci”. Secara keseluruhan, semana santa berarti pekan suci yang dimulai dari Minggu Palma, Rabu…

  • Batu Termanu

    Simbol Alam dan Legenda dari Rote Ndao Pulau Rote, pulau paling selatan Indonesia, tidak hanya terkenal dengan pantainya yang cantik dan budaya yang khas, tetapi juga memiliki sebuah ikon alam yang sarat legenda: Batu Termanu. Terletak di Kecamatan Rote Tengah, hanya sekitar 15 menit dari Kota Ba’a, Batu Termanu adalah perpaduan indah antara lanskap memukau,…

  • Wae Rebo

    Desa Wae Rebo merupakan desa yang berada di Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Terkenal dengan sebutan desa di atas awan, Desa Wae Rebo ini terletak di ketinggian 1.200 mdpl yang dikelilingi oleh perbukitan yang ditumbuhi pepohonan yang menyejukkan. UNESCO memberikan penghargaan Top Award of Excellence pada UNESCO Asia Pacific Heritage…

  • Kompleks Rumah Adat – Moni Koanara

    Salah satu kekayaan budaya di Nusa Tenggara Timur adalah keberadaan kebudayaan Megalitik yang masih hidup selama ribuan tahun. Ciri Kebudayaan Megalitik adalah penggunaan batu-batu besar yang digunakan untuk struktur bangunan hunian, dan struktur bangunan yang digunakan untuk ritual seperti tugu batu (menhir), meja batu (dolmen), dan kubur batu (sarkofagus). Salah satu situs kebudayaan megalitik yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *